Untuk menghilangkan kotoran yang bercampur pada air kelapa di
lakukan penyaringan dengan menggunakan kain saring . Kemudian
campurkan gula pasir sebanyak 100 gr/Liter air kelapa, lalu di didihkan
dan di dinginkan .
Minggu, 10 Februari 2013
Cuci Loyang
Pastikan tempat dan peralatan pembuatan nata de coco sudah bersih dan steril. Cuci bersih semua peralatan lalu siram dengan air panas agar bebas kuman
Sabtu, 09 Februari 2013
Panen
Panen
Panen nata
de coco/sari kelapa dapat dinikmati pada hari ke 7.
Ciri nata de
coco yang baik permukaan rata dan halus.
Apabila dari hasil tersebut di permukaannya ada yang berlubang, seperti sisa gunung berapi maka itu dimungkinkan karena baki atau koran yang tidak steril.
Apabila dari hasil tersebut di permukaannya ada yang berlubang, seperti sisa gunung berapi maka itu dimungkinkan karena baki atau koran yang tidak steril.
Jumat, 08 Februari 2013
Fermentasi
Fermentasi nata dilakukan melalui tahap-tahap berikut:
1) Pemeliharaan biakan murni Acetobacter xylinum
2) Pembuatan starter
3) Fermentasi
1) Pemeliharaan Biakan Murni Acetobacter xylinum
Fermentasi nata memerlukan biakan murni Acetobacter xylinum. Biakan murni ini harus dipelihara sehingga dapat digunakan setiap saat diperlukan. Pemeliharaan tersebut meliputi (1) proses penyimpanan sehingga dalam jangka waktu yang cukup lama viabilitas (kemampuan hidup) mikroba tetap dapat dipertahankan; dan (2) penyegaran kembali mikroba yang telah disimpan sehingga terjadi pemulihan viabilitas dan mikroba dapat disiapkan sebagai inokulum fermentasi.
a. Penyimpanan - Acetobacter xylinum biasanya disimpan pada agar miring yang terbuat dari media Hasisd dan Barker yang dimodifikasi dengan komposisi sebagai berikut: glukosa (100 gram), ekstrak khamir (2,5 gram), K2HPO4 (5 gram), (NH4)2SO4 (0,6 gram), MgSO4 (0,2 gram), agar (18 gram), dan air kelapa (1 liter). - Pada agar miring dengan suhu penyimpanan 4-70C, mikroba ini dapat disimpan selama 3-4 minggu.
b. Penyegaran Setiap 3 atau 4 minggu, biakan A. xylinum harus dipindahkan kembali pada agar miring baru. Setelah 3 kali penyegaran, kemurnian biakan harus diuji dengan melakukan isolasi biakan pada agar cawan. Adanya koloni asing pada permukaan cawan menunjukan bahwa kontaminasi telah terjadi. Biakan pada agar miring yang telah terkontaminasi, harus diisolasi dan dimurnikan kembali sebelum disegarkan.
2) Pembuatan starter
3) Fermentasi
1) Pemeliharaan Biakan Murni Acetobacter xylinum
Fermentasi nata memerlukan biakan murni Acetobacter xylinum. Biakan murni ini harus dipelihara sehingga dapat digunakan setiap saat diperlukan. Pemeliharaan tersebut meliputi (1) proses penyimpanan sehingga dalam jangka waktu yang cukup lama viabilitas (kemampuan hidup) mikroba tetap dapat dipertahankan; dan (2) penyegaran kembali mikroba yang telah disimpan sehingga terjadi pemulihan viabilitas dan mikroba dapat disiapkan sebagai inokulum fermentasi.
a. Penyimpanan - Acetobacter xylinum biasanya disimpan pada agar miring yang terbuat dari media Hasisd dan Barker yang dimodifikasi dengan komposisi sebagai berikut: glukosa (100 gram), ekstrak khamir (2,5 gram), K2HPO4 (5 gram), (NH4)2SO4 (0,6 gram), MgSO4 (0,2 gram), agar (18 gram), dan air kelapa (1 liter). - Pada agar miring dengan suhu penyimpanan 4-70C, mikroba ini dapat disimpan selama 3-4 minggu.
b. Penyegaran Setiap 3 atau 4 minggu, biakan A. xylinum harus dipindahkan kembali pada agar miring baru. Setelah 3 kali penyegaran, kemurnian biakan harus diuji dengan melakukan isolasi biakan pada agar cawan. Adanya koloni asing pada permukaan cawan menunjukan bahwa kontaminasi telah terjadi. Biakan pada agar miring yang telah terkontaminasi, harus diisolasi dan dimurnikan kembali sebelum disegarkan.
Pembibitan
Nata de coco berasal dari bahasa Spanyol yang berarti krim kelapa.
Awalnya nata de coco dibuat di Filipina yang merupakan koloni bangsa
Spanyol. Nata de coco sendiri adalah sejenis jeli yang terbuat dari air
kelapa. Di Indonesia, nata de coco dikonsumsi sebagai bahan campuran
beberapa resep minuman seperti es buah dan lainnya. Saat bulan Puasa
tiba, nata de coco menjadi primadona sebagai campuran minuman berbuka.
Pembuatan nata de coco menggunakan bahan baku air kelapa yang
difermentasi dengan sejenis bakteri.
Kamis, 07 Februari 2013
Penyaringan
Busa
yang terdapat pada air kelapa dapat mengganggu proses pembuatan nata de
coco, sehingga perlu dilakukan penyaringan sebelum digunakan untuk
membuat nata de coco.
Pada
proses ini, saringan yang digunakan adalah penyaringan kelapa plastik
yang biasanya banyak dijumpai dipasaran, sehingga penyaringan kurang
baik. Hal ini, ditandakan dengan adanya kerikil-kerikil halus, serpihan
tempurung dan serabut kelapa yang terikut pada bahan baku selama proses
perebusan.Perebusan sebaiknya menggunakan kain penyaring agar tidak ada
benda asing yang terikut didalam air kelapa
Langganan:
Postingan (Atom)
